Pulau Pari, Pulau Berbentuk Ikan Pari - Kepulauan Seribu, Jakarta

Pulau Pari adalah salah satu kelurahan di kecamatan Pulau Seribu, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta Indonesia.Pulau ini berada di tengah gugusan pulau yang berderet dari selatan ke utara perairan Jakarta. Dengan pantainya yang berpasir putih dan berair biru kehijauan, Pulau Pari layak untuk menjadi tempat tujuan wisata anda. Akses menuju Pulau Pari juga tidak terlalu sulit, anda bisa memulainya melalui Pantai Marina Ancol dengan menggunakan Speed Boat yang memang sudah ada di sana untuk menuju mengantarkan penumpang menunju kawasan kepulauan seribu, tapi yang pasti dengan biaya yang lumayan mahal. Tetapi jangan khawatir bagi anda yang ingin sedikit berhemat, anda bisa menggunakan jalur dari kawasan Muara Angke dan menaiki kapal - kapal penumpang yang memang sudah disediakan untuk keperluan penyebrangan antar pulau-pulau di sana.
http://2.bp.blogspot.com/-VEYF4yddscE/T8X5cmeMijI/AAAAAAAAANo/sxnwSKAzzms/s640/Pulau-Pari.jpg
Pulau Pari
Perjalanan kami di mulai dari Kota yang menjadi Pusat Ibukota Negara kita tercinta Indonesia apalagi namanya kalo bukan Jakarta. Memang tidak terlalu jauh untuk mencapai Pulau Pari, kerena Pulau Pari sendiri terletak di perairan Jakarta. Kami biasa melakukan perjalanan pada hari sabtu atau minggu, karena hanya pada hari tersebut kegiatan kantor diliburkan, dan pastinya kalo ada tanggal merah. Perjalanan kami kali ini memang sudah direncanakan oleh anak-anak satu kantor yang memang semuanya sudah butuh tempat untuk merefresh otak. 

Hari ini hari sabtu, kami semua kumpul di kantor yang terletak di sekitar kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan. Kami semua kumpul pada pukul 7.00 WIB. Dan setelah semua di rasa lengkap, kami mulai perjalanan dengan menggunakan bis KOPAJA yang memang sebelumnya sudah kami sewa untuk mengantarkan kami sampai di Muara Angke. Kami memilih bis karena kapasitasnya yang lumayan besar dan juga pastinya murah. Karena dibandingkan jika kami harus menggunakan mobil probadi ataupun bis travel maka  sangat disayangkan. Karena sampai di pelabuhan Muara Angke bis atau mobil hanya terparkir saja, kan percuma.


Inilah Penampakan KOPAJA
86 Lebak Bulus - Kota, Nyasar Ke Muara Angke
Lihat Supirnya, Hijabers
Supir dan Kerneknya
Muka Panik, Karena Supirnya Meragukan

Smile, Bismillah




Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan yang penuh debar dan kewaspadaan karena kendaraan yang ajaib ini. Kami sampai di Pelabuhan Muara angke. Dan mulai terciumlah segala bau amis hasil tangkapan laut. Tapi itulah keseruan perjalan yang selalu ada kesan tersendiri. Untuk kalian yang suka petualangan sebaiknya gunakan apa yang belum pernah orang lain gunakan, jadi hal tersebut tidak akan pernah bisa dilupakan. Hidup itu kan gak datar, jadi butuh yang berbeda juga. Karena kami juga memakai jasa travel di sana dengan paket yang sudah termasuk penginapan, makan, keliling pulau pari dengan sepeda dan juga snorkling. Maka di sana kami sudah dijemput oleh pihak travel. Dan inilah detik-detik penyebrangan dari Muara Angke ke Pulau Pari.
Inilah Kapal Angkutan ke Pulau Pari, Agak mendebarkan tapi seru. Untuk tips sebaiknya jika menggunakan kapal ini pilih di kabin yang paling atas dan jangan dibawah. Selain di atas lebih mudah mendapatkan udara dan menikmati pemandangan laut, juga dapat menghindarkan dari rasa mual.
Ada yang cinlok, tapi gagal
Ini namanya Ka Pal
Senyum padahal takut
Setelah kurang lebih 1,5 jam perjalanan yang mendebarkan karena khawatir tenggelam di tengah laut. Pelabuhan Pulau pari sudah terlihat dan wajah-wajah bahagia terlihat dari semua orang yang berada di kapal tersebut. Pulaunya sangat bersih karena kebetulan waktu kami ke sana adalah musim kemarau. Tetapi jika ke sana pada musim penghujan, maka akan terlihat banyak sampah yang berserakan terbawa oleh ombak pantai. Dan sudah bisa diketahui dari mana asal mula sampah-sampah tersebut. Beruntungnya kami pergi pada saat musim kemarau. Dan inilah Pulau Pari.

Pelabuhan Pulau Pari
Airnya hijau kebiruan
Banner Selamat Datang Di Pulau Pari
Gapura Pulau Pari, Dan ini muka tur guide kami namanya mas edi, sayang cuma dapet kepalanya doank
Udaranya nyaman
Inilah ikon pulau pari, patung ikan pari
Ternyata Indonesia memiliki banyak tempat indah, tergantung bagaimana cara kita untuk mengunjungi tempat tersebut. Dan biayanya pun tidak terlalu mahal daripada kita harus pegi ke luar negeri. Kami sampai pukul 11.30 WIB, dan langsung menuju tempat penginapan yang memang sudah disediakan sebelumnya. Di sini ada beberapa pilihan penginapan, ada yang sudah berebentuk resort dan di tata semenarik mungkin dan ada juga berupa rumah-rumah warga yang sengaja digunakan untuk penginapan para wisatawan. Dan kami lebih memilih penginapan warga karena harganya juga murah dan lebih terasa berbeda. Setelah sampai di penginapan, sebagian dari kami ada yang tiduran sejenak karena kami mulai keliling pukul 13.00 WIB setelah makan siang dan sholat. Tapi ada pula yang sibuk bersepeda sendiri dan jalan-jalan di sekitar penginapan.
Inilah sepeda yang akan kami gunakan untuk keliling pulau pari
Penginapan Perempuan
Penginapan Laki-Laki
Makan siang dulu
Sibuk bersepeda
Pukul 13.05 WIB, setelah selesai makan dan beristirahat. Menjelajahi pulau pari kami mulai dan tempat pertama adalah Pantai Pasir Perawan yang terkenal dengan pasir putihnya yang sangat bersih. Di sini bisa menaiki perahu nelayan untuk keliling ke hutan bakau dengan biaya Rp. 20.000 rupiah per satu perahu dan cukup untuk 3-4 orang. Pantai ini sangat tenang dan damai. Angin pantai bisa membuat kita mengantuk jika kita berdiri di tempat yang teduh.
Banner Selamat Datang Di Pantai Pasir Perawan
Banner
Pari Island - Virgin Beach
Inilah kami semua
Terdapat saung yang bisa digunakan untuk berteduh
Masih asri
Lihat dia, santai sekali sepertinya
Inilah perahu yang harga sewanya Rp. 20.000
Keren ya (Pantainya)
Di foto, memfoto
Itu berdua gak kepanasan apa ya
Pasir aja keperawanannya harus dijaga
Setelah puas bermain di Pantai Pasir Perawan, kami segera beralih ke lokasi lain. Karena kebetulan cuaca sangat panas, jadi kami tidak bisa main-main lama di pasir, bisa melepuh ini kaki. Yang pas adalah tiduran di saung dan menikmati angin pantai. Tapi tempat tujuan kami masih banyak jadi kami harus mengatur waktu dan bukan diatur oleh waktu. Dan tujuan kami berikutnya adalah gak tau nama tempatnya apa. Yang jelas di sini banyak bintang lautnya. Rasanya pegang bintang laut itu geli-geli kasar gimana gitu. Ini nih penampakannya.
Star Fish With Smile
Starfish = Bintang Laut
Mereka lagi pacaran, jangan diganggu
Numpuk - numpuk sukanya
Lagi ngedance kayaknya
Pegang bintang masing-masing
Perjalanan berlanjut ke area penelitian Oseanografi. Sepanjang perjalanan kami disuguhi hijaunya tumbuhan sekitar dengan menggunakan sepeda. Di Oseanografi terdapat jalan yang di sampingnya terdapat pohon-pohon sehinggan membentuk sebuah terowongan. Dan dinamakan terowongan cinta. Gak tau ada sejarahnya atau hanya penamaan saja untuk menarik minat pengunjung. Tapi kreatif juga. Dan ditempat ini juga kami dapat menyaksikan sunset, karena gak seru kalo ke pantai gak lihat sunset.
Sepeda Gembira
Ada yang cari-cari kesempatan lagi

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia - Pusat Penelitian Oseanografi
Sunset
Sunset Lagi
Indonesia Bagus
Tempat Penangkaran Ikan
itu gak tau pulau apa
Cantiknya (mataharinya)
Senja sudah berlalu dan kami harus kembali ke penginapan untuk bersih-bersih dan beristirahat. Tapi masih ada satu lagi kegiatan kami malam itu, yaitu bakar-bakar ikan di pinggir pantai sambil nikmatin musik dan ditiup angin pantai. Nikmatnya suasana ini. 

Meeting dulu
Ada yang jualan kelapa bakar harganya Rp. 15.000
Makan-makan
Ikannya gosong

Kegiatan hari ini selesai sudah semuanya, dan kami semua kekenyangan ikan bakar. Semuanya kembali ke penginapan dengan rasa malas dan kantuk. Kami sampai di penginapan pukul 21.30 WIB. Malam itupun kami tidur untuk beristirahat karena sangat lelah, tapi ada juga sebagian yang masih menikmati udara pantai.
Tak terasa pagipun datang dengan ditandai dengan bunyi kokok ayam jago. Kami semua bangun dengan malas-malasan karena masih mengantuk. Tapi harus semangat karena hari ini akan snorkling, banana boat dan ke pulau tikus. Setelah mandi dan sarapan kami semua berangkat menuju pelabuhan, karena disitulah semua aktifitas hari ini dimulai. Dan beruntung kami bisa menikmati sunrise terlebih dahulu.
Ayam Jago
Sunrise di Pelabuhan
Sunrise
Indahnya
Banyak anak-anak yang bermain
Kegiatan pertama adalah banana boat, harganya dibilang sangat murah hanya Rp. 25.000/orang. Dan kita bisa request berapa kali kita dijatuhkan. Dan kita dijatuhkan benar-benar di tengah laut sehingga sangat terasa ketegangannya ketika sudah jatuh dan terombang-ambing oleh ombak laut. Tapi sayang kamera yang digunakan untuk foto-foto memorinya rusak, sehingga kami tidak dapat objek yang bagus. Tapi lumayan ada beberapa buktinya.
Ini kan ada banana boatnya
Mukanya masih pada ngantuk

Setelah banana boat kami melanjutkan perjalanan ke APL (Area Perlindungan Laut), disini spot bagus untuk snorkling. Ternyata dunia bawah air memang sangat indah. Terumbu karangnya, ikan-ikannya dan biota laut lain yang belum kita temukan sebelumnya. Tapi disayangkan gak bawa kamera underwater. Tapi gak apa-apa tetep seru kok.

Perjalanan ke area snorkling
Penjaga barang-barang
Snorklingnya rusuh, main tabrak-tabrakan
Berebut lahan sama pengunjung lain
Udah gak di air masih aja gigit alatnya
Ada snorkling saling dempet begini
Gak jelas udah, yang penting lihat ikan

Sebenarnya belum puas snorkling, tapi kami sudah harus meninggalkan area ini karena akan menuju pulau tikus yang terkenal dengan pasirnya yang sangat putih bersih. Suatu hari kalo ke sini lagi mau snorkling yang lama biar puas mainan sama ikan.  Ada juga paket diving, tapi pasti biayanya lebih mahal, jadi kami pakai yang murah saja. Dan setelah beberapa menit, kami sampai di Pulau Tikus. Gak tau kenapa dinamakan pulau tikus, padahal gak berbentuk tikus dan juga gak ada tikusnya. Atau mungkin bisa jadi dulu kerajaan tikus, Tak tahulah.
Pasirnya sangat putih
Pulau Tikus
Rusuh-rusuh
Pukul 12.00 kami sudah harus kembali ke penginapan karena kami diwajibkan tepat waktu untuk sudah siap pukul 13.30 di pelabuhan. Karena kapal kami datang pukul 14.00 dan itu merupakan kapal terakhir yang menuju ke Muara Angke, jadi harus tepat waktu dan gak boleh lambat. Sebenarnya masih ingin berlama-lama di pulau ini, tapi apa boleh buat, meskipun hanya sebentar tetapi ini pengalaman yang tidak dapat dilupakan. Indonesia negara indah yang memiliki banyak pulau yang harus diexplore. Satu saran lagi jika naik kapal sebaiknya pilih tempat bagian atas, karena bisa lebih mudah mendapatkan udara dan pastinya tidak akan mabuk laut. Karena kami sangat lelah, dikapal kami manfaatkan untuk tidur siang. Ya beginilah jadinya.
Selamat Tinggal Pari Island
Suasana di kapal
Pada kecapekan
Bulet banget ini anak
Dimanapun tempatnya yang penting tidur
Mendekati pelabuhan muara angke
Bau amis sudah mulai tercium
Akhirnya, kami mendarat di pelabuhan muara angke. Kami sampai di pelabuhan pukul 15.45 WIB. Dan kebetulan bis sudah menunggu kami sejak pukul tiga sore. Sebelum pulang kami terlebih dahulu belanja ikan untuk dibawa pulang. Karena harganya lebih murah dan ikannya masih segar. Itulah sedikit cerita perjalanan ke Pulau pari yang sangat singkat tapi padat jadwal dan tidak akan terlupakan. Jika dihitung-hitung satu orang hanya cukup mebyara kurang lebih Rp. 300.000 rupiah saja untuk semua paket. Yang terpisah hanyalah uang jajan, uang oleh-oleh dan biaya banana boat. Disarankan juga jika ingin ke pulau ini waktu tahun baru, agar melakukan pemesanan sebelumnya. Karena sudah pasti padat. Bisa juga mendirikan tenda di sekitar bibir pantai jika memang tidak kebagian temapt penginapan. Indonesia adalah negara yang indah dengan jutaan pulaunya. Wonderfull Indonesia.


You Might Also Like

1 komentar

Berkomentarlah sesuai dengan etika yang baik, untuk maksud baik dan tujuan yang baik.

Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak.

Top Categories