Liburan Singkat Sehari Dari Jakarta - Pantai Sambolo Anyer - Sultan Hasanudin - Maulana Yusuf - Alun Alun Kota Serang

Pantai Sambolo merupakan pantai yang terletak di antara jalur kawasan Anyer. Pantai ini memiliki pasir putih agak kecoklatan yang indah, air laut yang jernih dan sangat cocok untuk bersantai. Karena di pantai ini belum terlalu banyak pengunjungnya. Pantai ini terletak Jalan Raya Karang Bolong, Cinangka. Tepatnya setelah Hotel Patra Jasa dari arah Jakarta. 

Pintu Masuk Pantai Samboo
Perjalanan kali ini tetap dimulai dari kota Jakarta. Jika kalian berangkat dari Jakarta, maka selanjutnya adalah menuju toll Tangerang dengan biaya kurang lebih Rp. 7500,-. Selanjutnya ambil jalur toll menuju kawasan Merak dari toll Tangerang. Inilah mudahnya melintasi jalan toll karena tidak usah belok kanan, belok kiri dan hanya mengikuti satu tujuan kita yaitu cari rambu - rambu arah Merak. Beruntungnya jalan toll kali ini tidak macet, karena biasanya meskipun disebut dengan jalan toll yang artinya bebas hambatan tetap saja macet tidak bisa dihindarkan karena padatnya kendaraan pribadi yang ingin melintas dan tidak diimbangi dengan pelebaran jalan. Sempat ada perbaikan jalan yang ditoll Rangkasbitung, tetapi untungnya tidak membuat kemacetan karena kami berangkat pukul 01.30 WIB dini hari, dan merupakan waktu yang sangat tepat karena tidak perlu bermacet-macet ria. 

Anggota kami yang duduk di belakang sudah pada tertidur lelap, karena memang waktu sudah malam dan semenjak sore belum ada yang tidur. Dan akhirnya hanya tinggal saya dan mantan supir truk ini yang memang sudah biasa begadang. Waktu menunjukkan pukul 3.00 WIB, dan kami sudah akan keluar jalur toll Cilegon Barat. Dari Tangerang keluar jalur Cilegon Barat kami membayar tiket toll sejumlah Rp. 34.000,- harga yang cukup standard jika jalanan lancar. Setelah keluar toll kami bertemu jalan bercabang, yang satu ke arah Merak dan satu lagi ke arah Anyer. Maka ikuti saja jalan ke arah Anyer dan kalian akan sampai di tempat tujuan.

Jalanan malam ini sangat sepi, tak selang beberapa lama anggota kami yang tadinya teritidur lelap tiba-tiba saja terbangun karena terangnya cahaya lampu yang ada pada sebuah pabrik. Dan pabrik itu adalah Krakatau Steel yaitu perusahaan baja terbesar di Indonesia dan terkenal hingga ke Mancanegara.  
Jalan Sepanjang Krakatau Steel
Lampu-lampunya Indah
Sayang, kami tidak berhenti jadi foto-foto yang dihasilkan tidak jelas
Krakatau Steel
Aslinya jauh lebih bagus dari foto
Setelah pabrik Krakatau Steel terlewati jalanan kembali sepi dan tak terasa kami sudah melewati kawasan pantai Anyer. Pantainya tidak terlihat dari jalan, karena kami datang masih dalam keadaan gelap. Jika pagi hari maka suasana keindahan pantainya akan terlihat sepanjang perjalanan. Kami sempat bingung mau cari penginapan atau tidak, dikarenaka tujuan kami berikutnya adalah ziarah ke Makam Sultan Hasanudin dan Maulana Yusuf. Setelah berputar-putar gak jelas, kami memutuskan untuk ke Pantai Sambolo. 

Kami tiba di Pantai Sambolo sekitar pukul 04.00 WIB, harga tiket masuk mobil Rp. 50.000,- dan berlaku parkir sepuasnya. Di pantai ini juga banyak terdapat Bungalow dengan harga sewa antara Rp. 60.000,- sampai dengan Rp. 80.000,-. Tergantung besar dan kecilnya kapasitas bungalow yang dipakai. Dari bungalow ini kita langsung bisa melihat bibir pantai yang memang keadaannya masih gelap.
Pantai Sambolo Dini Hari
Masih Belum Terlihat Keindahannya
Sejenak melepas lelah kami semua menikmati mie instan yang banyak di jual oleh warung-warung yang ada di pinggir pantai. Harga satu porsi mie instan cukup terjangkau hanya Rp. 10.000,- per porsi dan ditambah telur. Berhubunga waktu masih cukup lama untuk menunggu matahari terbit, maka kami beristirahat sejenak di Bungalow yang kami sewa sebelumnya. 

Akhirnya pukul 05.15 WIB setelah melaksanakan sholat subuh bersama, hal yang di nanti - nantipun datang. Yaitu menikmati matahari terbit di Pantai Sambolo. Tetapi sepertinya kami salah informasi, karena matahari terbit dari arah belakang kami dan bukan dari Pantai Sambolo. Tapi pantulan cahaya matahari yang menyelimuti kawasan sekitar Sambolo cukup indah. 
Pantai Sambolo
Pagi hari di Pantai Sambolo
Pemandangannya tidak kalah indah
Damainya pagi inidan itulah penampakan bungalow di pantai ini
Sambolo Beach
Ternyata Indah juga
Sunrise
This is beautiful
Bungalow dengan harga sewa Rp. 60.000,- sampai dengan Rp. 80.000,- sepuasnya
Bergaya sejenak di Pantai Sambolo
Ada yang sedang mengenang tanggal putus
Bergaya
Gak tau maunya apa
Sunrisenya dari depan pantai, salah informasi
Pak Supir
Banana Boat Rp. 25.000,-/orang
Selancar Mini
Bahagianya mereka
Tidak hanya menikmati pantai saja, di sini juga ada wisata Banana Boat, harganya juga sangat murah cukup membayar Rp. 25.000,- per orang. Tetapi kami tidak naik karena salah satu dari teman kami tidak enak badan. Karena kami pergi sama-sama, maka senang-senangpun sama-sama. Jika da salah satu yang tidak ikutan, kami lebih memilih tidak jadi. Jika kalian ingin bersantai ada juga jasa pijit dengan biaya yang murah. Ada jasa tato juga yang kami tidak tahu harganya karena kami tidak ingin ditato. Disinipun banyak orang berjualan oleh-oleh seperti ikan asin, pem-empek, kerupuk dan lain sebagainya. Pantai ini lumayan cukup lengkap. Tapi kami tidak bisa berlama-lama karena kami harus menuju tempat ziarah di kawasan Banten Lama. 

Pukul 7.30 WIB kami pergi meninggalkan Pantai Smabolo dan beralih menuju kawasan ziarah Banten Lama. Perjalanan cukup menyita waktu karena kami kurang tahu jalan menuju Banten Lama dan hanya modal petunjuk jalan dan bertanya. Setelah sekian lama kami berputar-putar akhirnya kami sudah melintasi wilayah Banten Lama. Di sini sebenarnya da banyak tempat ziarah, tapi kami hanya mengunjungi 2 tempat saja yaitu Makam Sultan Hasanudin yang terletak di Masjid Agung Banten dan Makam Sultan maulana Yusuf.

kami sampai di tujuan pertama kami di Sultan Hasanudin pukul 11.00 WIB dan memutuskan untuk membeli makan siang terlebih dahulu. Kami berhenti di sebuah warung bakso yang letaknya tepat pada tikungan ke arah Makam Sultan Hasanudin. Jika kalian ingin ziarah ke Banten Lama sebaiknya bawa uang recehan yang banyak. Karena akan banyak ditemukan pembangunan Masjid di daerah Banten ini. Hampir setiap 2 km akan dijumpai penarikan sumbangan di Jalan untuk pembangunan masjid. Dan kami masuk ke area Ziarah Masjid Agung Banten. Tiket parkir mobil seharga Rp. 5.000,-. Dan sekali lagi harus bawa uang recehan yang banyak karena di sini banyak anak-anak kecil yang membawa rantang dan akan menarik-narik baju anda. Dan setiap pintu masuk ada petugas penjaga yang menyodorkan kotak amal dan meminta untuk uang pintu masuk. Dan jangan lupa untuk membeli kantong kresek yang memang dijajakan oleh anak-anak di sana seharga Rp. 500,- karena akan diperlukan ketika memasuki ruang doa. Kami diwajibkan untuk melepas alas kaki, maka guna kantong kresek sebagi tempat untuk alas kaki. 
Ini mereka berempat, saya dimana
Banyak orang berjualan
Cari oleh - oleh
Ini pak supir dan icon Masjid Agung yaitu Menara
Bergaya aja
Tidak hanya berziarah, tetapi kami juga bisa membeli oleh-oleh karena disini terdapat banyak sekali tempat belanja. Ada buah-buahan, dodol, pakaian, kerupuk dan lain sebaginya. Sebenarnya pada sekitar area ini terdapat Museum Kepurbakalaan dan juga Reruntuhan Banten Lama. Kami lihat dari jalan memang tempatnya asyik untuk foto-foto. Tetapi karena waktu kami tidak banyak maka kami memutuskan untuk langsung pergi ke tempat tujuan ziarah kami yang kedua yaitu makam Maulana Yusuf.

Tempat makam Maulana Yusuf tidak jauh dari tempat Sultan Hasaudin, dan pada saat kami ke Sultan Hasanudin sebenarnya kami sudah melewati makan tersebut. Tetapi kami memilih ke Makan Sultan Hasanudin terlebih dahulu agar nanti ke Makam maulana Yusuf bersamaan dengan jalan ke arah pulang. Makam ini tidak terlalu berbeda jauh dengan Makan Sultan Hasanudin, hanya saja agak sedikit sepi. Kami sepakat untuk sholat dhuhur di sana dan beristirahat sejenak melepas lelah. 

Setelah waktu menunjukkan pukul 14.00 WIB, maka kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta karena biasanya jalan macet dan kami tidak ingin terjebak kemacetan. Perjalanan ini memang sangat singkat karena kami berangkat hari sabtu malam dan sampai ke Jakarta Minggu malam juga. Dikarenakan hari senin kami semua harus sudah memulai aktifitas kembali di Ibukota jakarta yang padat merayap. Sepanjang perjalanan kami merasa lelah dan memutuskan untuk tidur. Hanya pak supir saja yang berusaha tidak tertidur karena jika dia tidur maka siapa yang menyetir. Sampai-sampai pak supir habis 5 botol kratingdaeng. Tak lama kami sudah sampai di kota serang dan memutuskan berhenti di Mall Serang yang didepannya terdapat alun-alun kota. Lumayan untuk melepas lelah sejenak sekaligus makan sore. 
Alun-alun Kota Serang
Gapura Alun-Alun
Mukanya udah pada kucel
Muka-muka 3L
Setelah puas berbelanja kemeja dan menikmati suasana alun-alun yang tidak terlalu ramai. kami melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Dan saatnya untuk kami semua tertidur pulas kecuali pak supir yang sangat setia ini. Sampai-sampai dia memukul-mukul dirinya sendiri agar tidak tertidur. Akhirnya satu-persatu dari kami bergantian menemani dia ngobrol. Dan pukul 19.15 WIB kami sudah sampai di jakarta. Perjalanan melelahkan yang sekaligus bermanfaat dan menambah wawasan. 

You Might Also Like

6 komentar

  1. waaah, asik banget tuh liburannya ;D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, lebih banyak teman lebih seru. Pasti pernah ke sana juga kan?

      Hapus
  2. gan untuk tiket masuk bus besar berapa ya?
    please contact ke pin ini secepatnya..
    277a093c thanks :)

    BalasHapus
  3. wahhh bermanfaat banget infonya.. kebetulan pengin kesana. terima kasih. visit me back ya.. bloggnya orang newbie bikin LOL hihiii..

    BalasHapus
  4. Wah seru tuh kayaknya liburnanya...apalagi pas di mercusuar :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mercusuarnya disebelah mana? Hehe. Maklum baru pertama kesana itu. Happy Holiday.

      Hapus

Berkomentarlah sesuai dengan etika yang baik, untuk maksud baik dan tujuan yang baik.

Untuk info lebih lanjut silahkan hubungi kontak.

Top Categories